Kesadaran kolektif memberikan dasar-dasar moral yang tidak bersifat kotntraktual yang menadasari hubungan-hubungan kontraktual. Pada satu tingkat yang lebih umum, kita mungkin menyatakan bahwa konsensus moral dalam masyarakat modern yang kompleks berada pada tingkatan nilai-nilai yang abstrak lebih daripada norma-norma yang khusus. Artinya, ada satu tingkat persetujuan yang luas mengenai prinsip-prinsip abstrak, tetapi ada macam-macam interprestasi dan penerapan dari prinsip-prinsip umum ini dalam pelbagai kelompok yang berbeda dalam satu masyarakat organik yang kompleks.
Kesadaran kolektif juga ada dalam bentuk yang lebih terbatas dalam pelbagai kelompok khusus dalam masyarakat. Misalnya, satu gereja yang anggota-anggotanya disatukan oleh satu kepercayaan bersama merupakan satu contoh kelompok yang demikian. Durkheim juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif bersama yang mungkin ada dalam pelbagai kelompok pekerjaan dan profesi. Durkheim merasa bahwa solidaritas mekanik dalam pelbagai kelompok pekerjaan dan profesi harus menjadi semakin penting begitu pembagian pekerjaan meluas, sebagai satu alat perantara yang penting antara individu dan masyarakat secara keseluruhannya.
Kesadaran kolektif dalam masyarakat organikTidak hanya hukum-hukum respensif yang terus menerus menjadi pentingbagi suatu masyarakat organik, melainkan juga kesadaran kolektif memperkuatikatan yang muncul dari saling ketergantungan fungsional yang makin bertambahbesar. Perkembangan dari pembagian kerja (solidaritas organik sebagai hasilnya)tidak menghancurkan kesadaran kolektif, tetapi hanya mengurangi. Hal inimemberikan lebih banyak ruang bagi kebebasan individu dan heterogenitas sosial,tetapi tidak harus membuat individu terpisah dari ikatan sosial yang didasarkankosensus moral, dalam pemikiran durkheim, kesadaran kolektif yang mendasari inidi abaikan oleh ahli teori seperti spencer, yang melihat dasar fundamental dariketeraturan sosial dalam hubungan-hubungan yang bersifat kontraktual.
Kesadaran kolektif juga ada dalam berbagai kelompok khusus dimasyarakat. Seperti sudah di singgung di depan, suatu gereja yang anggotanya disatukan oleh satu kepercayaan bersama merupakan salah satu contoh kelompok yang demikian itu. Solidaritas mekanik yang dinyatakan dalam kelompok agama,mempunyai sejumlah ikatan sosial yang bersifat primordial “mekanik”, sepertikekerabatan, kesukuan, dan komunitas.ikatan-ikatan paramodial ini jelas tidakdapat mempersatukan semua anggota masyarakat yang kompleks tetapimerupakan sumber-sumber solidaritas kelompok sosial.Durkheim merasa bahwa solidaritas mekanik dalam kelompok pekerja danprofesi menjadi semakin penting ketika pembagian kerja meluas. Namunperaturan mengenai moralitas dan keadilan bersifat mengharuskan. Peraturan-peraturan itu memaksa indovidu untuk bertindak sesuai dengan tujuan kolektifdaripada kepentingan sendiri.Karena pembagian kerja mulai meluas, kesadaran kolektif pelan-pelanmulai hilang. Orang yang pekerjaannya menjadi lebih terspesialisasi dan tidaksama lagi merasa dirinya semakin berbeda dalam kepercayaan, pendapat, dangaya hidupnya. Inilah yang diharapkan karena pengalaman sosial seseorang sangatdipengaruhi oleh pekerjaannya. Akan tetapi, heterogenitas yang semakinbertambah ini tidak menghancurkan solidaritas sosial, sebaliknya, karenapembagian kerja makin tinggi, maka individu dan kelompok merasa semakin lebihtergantung satu sama lainnya. Menigkatnya saling ketergantungan fungsionalantara berbagai bagian masyarakat yang heterogen, mendorong kesadarankolektif sebagai solidaritas sosial.Mengapa pembagian kerja bertambah? Jawaban durkheim ataspertanyaan ini, terutama berpusat pada perubahan-perubahan demografik sertaakibatnya terhadap frekuensi interaksi antar manusia dan perjuangan untukmempertahankan hidup. Interaksi sosial yang makin bertambah ini meningkatkankerjasama yang semakin tinggi dan merangsang munculnya gagasan-gagasan baru,namun karena penduduk bertambah, perjuangan untuk hidup juga bertambah.Akibatnya individu secara bertahap meningkatkan spesialisasi, mereka menjadilebih produktif dan efisien, yang memungkinkan penduduk yang lebih besar itudapat bertahan hidup
b. Kesadaran Kolektif dalam Masyarakat Organik
Kesadaran kolektif itu memberikan dasar-dasar moral yang tidak bersifat kontraktual yang mendasari hubungan-hubungan kontraktual. Durkheim meng-hubungkan pengaruh yang terus-menerus dari kesadaran kolektif ini dengan individualisme yang semakin meningkat dalam masyarakat-masyarakat organik. Kesadaran kolektif ada dalam bentuk yang lebih terbatas dalam berbagai kelompok khusus dalam masyarakat. Dalam solidaritas mekanikyang dinyatakan dalam kelompok agama, ada sejumlah ikatan sosial yang bersifat primordial “mekanik”, seperti kekerabatan, kekuasaan dan komunitas. Ikatan ini tidak akan mempersatukan anggota suatu masyarakat yang kompleks, tetapi merupakan sumber-sumber penting untuk solidaritas-solidaritas kelompok-kelompok inti yang tidak terbilang jumlahnya yang mempersatukan masyarakat seluruhnya.
Kesadaran kolektif itu memberikan dasar-dasar moral yang tidak bersifat kontraktual yang mendasari hubungan-hubungan kontraktual. Durkheim meng-hubungkan pengaruh yang terus-menerus dari kesadaran kolektif ini dengan individualisme yang semakin meningkat dalam masyarakat-masyarakat organik. Kesadaran kolektif ada dalam bentuk yang lebih terbatas dalam berbagai kelompok khusus dalam masyarakat. Dalam solidaritas mekanikyang dinyatakan dalam kelompok agama, ada sejumlah ikatan sosial yang bersifat primordial “mekanik”, seperti kekerabatan, kekuasaan dan komunitas. Ikatan ini tidak akan mempersatukan anggota suatu masyarakat yang kompleks, tetapi merupakan sumber-sumber penting untuk solidaritas-solidaritas kelompok-kelompok inti yang tidak terbilang jumlahnya yang mempersatukan masyarakat seluruhnya.

















